Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Wakil ketua FIMA Juliadi, kepada AJNN.Net mengatakan keputusan yang
diambil oleh bupati terkait pemecatan dua orang itu terkesan gegabah dan
tidak mempertimbangkan efek yang ditimbulkan.
“Kami berharap kepada Bupati Aceh Utara agar mengkaji ulang apakah
layak seorang dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis dipecat,
kita tahu bersama Ilmu tersebut juga diImplementasikan kepada masyarakat
Aceh Utara nantinya,” tuturnya Jum’at (24/1)
Kata dia , seharusnya Bupati harus melindungi dan mendukung ke dua
dokter yang sedang mengikuti pendidikan spesialis, bukan malah
memecatnya.
Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu Bupati Aceh Utara, Muhammad
Thaib, telah mengeluarkan SK pememecatan atau memberhentikan dengan
hormat dua dokter dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena sudah melanggar
PP No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.
Adapun kedua dokter yang dipecat bupati Aceh Utara itu meliputi Dr.
T. Gunawan yang bertugas di desa paya Bakong dan Dr. Jerry Indrawan yang
bertugas di desa Banda Baro.
Redaksi: Safrizal
Sumber: http://www.ajnn.net
Aceh Utara
acehbaru.com: Seorang penderita malaria di desa Blang Sialet, Kecamatan
Paya Bakong, Aceh Utara Darmiah (35) meninggal dunia, sekitar pukul
23.00 wib, Senin (19/12), setelah terjangkit malaria dua pekan lalu.Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun situs ini, Darmiah ibu beranak empat, bersuamikan seorang tukang ojek di Keude Paya Bakong, setelah dua Minggu menderita demam tinggi, hanya bisa terkapar tak berdaya dirumah.
Usman Yakob (45) kepala mukim kemukiman pante Bahagia kecamatan Paya Bakong mengatakan, Darmiah hanya beberapsa kali saja berobat ke Puskesmas pembantu (PUSTU) kecamatan setempat. Selebihnya hanya menggunakan obat tradisional.“Warga kami tidak pernah didatangi orang dari dinas kesehatan sekalipun kesini, ” Aku Usman
Darmiah sekitar pukul 08.00 Wib usai di fardhu kifayahkan oleh warga setempat, dipulangkan ke rumah orang tuanya didesa Nibong Kecamatan Nibong Aceh Utara.
Sementara itu, Maulina (18) tahun warga desa Keude Paya Bakong yang tercatat sebagai mahasiswi akademi Kebidanan Tengku Fakinah Banda Aceh, kini masih terbaring dirumahnya setelah terjangkit wabah mematikan itu dua Minggu lalu. M.Thaeb Kasem (43) Tahun orang tua korban, menyatakan rada kecewanya terhadap pemerintah setempat terhadap respon pemerintah atas keluhan yang dialami warga.
Thaeb melanjutkan anaknya Maulina rebcananya maqu kembali kebanda Aceh untuk melanjutkan mata kuliah yang tertinggal, namun karena terserang malaria, terpaksa menunggu penyembuhan.
“Kami warga pedalaman kan sangat jauh dari mereka, makanya tidak sanggup datang, jangan kan datang jenguk aja tidak pernah, “ Ujar M.Thaeb.
Sebelumnya juga di Kecamatan yang berjarak 48 kilo meter arah timur Kota Lhokseumawe telah menelan 25 korban jiwa akibat keganasan wabah malaria. Namun hingga kini pihak terkait belum melakukan tindakan nyata untuk mengantisipasi lebih korban berikutnya. (Win/http://acehbaru.blogspot.com)
Diberdayakan oleh Blogger.











