English Arabic
Home » , , » GAWAT, 856.000 Penduduk Aceh Miskin

* Beras dan Rokok Penyumbang Terbesar

http://marthaandival.files.wordpress.com/2010/10/aceh.jpgBANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis data terbaru bahwa jumlah penduduk miskin di Aceh pada September 2013 mencapai 856.000 orang atau 17,72% dari 4,8 juta jiwa total penduduk Aceh.

Meski meningkat dibanding posisi Maret 2013 yang berjumlah 841.000 orang (17,60 persen), tetapi jika dibanding dengan posisi September 2012, jumlah penduduk miskin Aceh justru turun 0,86 persen dari sebelumnya 877.000 orang. (Lihat grafik)

Terbanyak, penduduk miskin itu berada di pedesaan, mencapai 699.000 orang. Sedangkan di perkotaan jumlahnya 157.000 orang.

Kepala BPS Aceh, Hermanto, menjelaskan di kantornya, Kamis (2/1) bahwa besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan. Di mana seseorang dikatakan miskin apabila pengeluaran per kapitanya per bulan berada di bawah garis kemiskinan. 

Indikator garis kemiskinan itu sendiri, lanjut dia, terbentuk dari dua komponen, yaitu garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM).

Untuk Aceh, menurutnya, selama periode September 2012 sampai dengan September 2013, garis kemiskinan naik sebesar 8,16 persen, yaitu dari Rp 321.893 menjadi Rp 348.172 per kapita/bulan.

Beras dan rokok
Hermanto melanjutkan, dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan, maka peranan komoditas makanan lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. Pada September 2012 sumbangan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 76,11% dan pada September 2013 sebesar 76,42%.

“Komoditas yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras dan rokok. Sumbangan pengeluaran beras dan rokok lebih besar terhadap garis kemiskinan pada komponen makanan,” katanya.

Hermanto menyebutkan, sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan makanan pada September 2013 sebesar 35,81% di perkotaan dan 39,92% di pedesaan. Sumbangan pengeluaran rokok, persentasenya lebih besar di pedesaan, yaitu sebesar 12,52% sedangkan di perkotaan sebesar 9,81%. 

“Untuk komoditas bukan makanan, biaya perumahan mempunyai peranan yang cukup besar terhadap garis kemiskinan bukan makanan dengan total 22,26 persen di perkotaan dan 21,31 persen di pedesaan,” sebut Hermanto.

Sedangkan untuk indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan tingkat kemiskinan, Hermanto mengatakan, Aceh mengalami peningkatan sebesar 0,14 poin. Indeks kedalaman kemiskinan bergeser dari 3,069 pada September 2012 menjadi 3,201 pada September 2013. “Adapun indeks keparahan kemiskinan pada periode sama bergeser dari 0,825 menjadi 0,829,” sebutnya.

Redaksi: Safrizal
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg





Diberdayakan oleh Blogger.